LABUAN BAJO – Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, bersama Potensi SAR bergerak cepat mengevakuasi tiga korban gempa bumi M 7,7 di Kabupaten Manggarai Timur yang membutuhkan penanganan medis segera. Evakuasi dilakukan menggunakan helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3604 yang disiagakan di Bandara Komodo, Labuan Bajo.
Helikopter tersebut dikerahkan setelah Tim SAR Gabungan menerima informasi bahwa tiga korban mengalami patah tulang (fraktur) dan dislokasi akibat gempa. “Tim SAR Gabungan langsung mengevakuasi tiga korban, salah satunya seorang anak perempuan berusia 5 tahun. Ketiganya mengalami fraktur dan dislokasi tulang,” ucap Kabasarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii kepada awak media.

“Helikopter Dauphin Basarnas tiba di Posko Utama Satar Kampas pukul 10.28 WITA dan kemudian membawa ketiga korban menuju Labuan Bajo. Helikopter mendarat dengan selamat di Bandara Komodo pada pukul 11.00 WITA,” terang Kepala Basarnas.
Setibanya di Bandara Komodo, seluruh korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut dengan pendampingan dokter dan tim medis.
“Kami berharap seluruh Tim SAR Gabungan terus bersiaga penuh dalam penanganan dan evakuasi korban, terutama mereka yang membutuhkan penanganan medis lanjutan pascagempa M 7,7 ini. Mari kita pastikan Basarnas bersama Potensi SAR selalu hadir untuk masyarakat terdampak, khususnya di wilayah Manggarai Timur, Manggarai, dan Nagekeo,” lanjut Kabasarnas.
Ketiga korban diketahui merupakan warga Desa Haju Wangi dan Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Hingga saat ini proses pencarian dan evakuasi masih terus dilaksanakan Tim SAR.
laporan : yandry imelson
