Aliansi Timor Bersatu Tuntut Polda NTT Bersikap Adil

Berita Kota2375 Dilihat

KUPANG – Aliansi Timor Bersatu (ATB) menggelar aksi damai dengan mendatangi Polda NTT. Tujuan aliansi empat ormas yakni, Garda Triple X Flobamora, Garuda Kupang, Ultras Victory serta Laskar Timor Indonesia mencari keadilan atas pembunuhan yang dialami ibu dan anak beberapa waktu lalu.

Pantauan kupangterkini.com Rabu (8/12/21) didepan mako Polda NTT, dalam orasinya, Mad Thalib mengatakan bahwa tujuan mereka mendatangi Polda NTT bukan untuk mencari panggung. “Kami hari ini tentunya kami punya keprihatinan yang mendalam atas pembunuhan ibu dan seorang anak yang tak berdosa,” teriak Mad dalam orasinya.

Ia melanjutkan bahwa, aksi damai yang dilakukan guna meminta pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan atas kasus pembunuhan tersebut. “Siapapun yang coba mengintervensi masalah ini, tentunya kami akan melawan apabila ada aktor atau oknum yang menghalangi proses penyelidikan,” lanjutnya.

Mad melanjutkan dengan mengharapkan kapolda NTT dapat mendengar suara mereka. “Disini kami tidak mencari panggung atau sensasi tapi disini kami bicara tentang keadilan,” tandasnya.

Orator berikutnya sekali lagi menyatakan kehadiran mereka di depan Polda NTT semata – mata untuk mencari keadilan. “Kami mencari keadilan atas kasus pembunuhan yang dialami oleh saudari Astrid bersama anak Lael, yang dilakukan secara tidak manusiawi oleh tersangka yang sudah ditetapkan oleh polda NTT,” ucapnya.

Selanjutnya, Jeftha Van Sooai, penasehat Garda Triple X Flobamora sekaligus anggota DPRD kota Kupang mewakili keluarga korban serta masyarakat Kupang membacakan enam tuntutan kepada polda NTT. Tuntutan tersebut pada intinya meminta pihak kepolisian berlaku adil dan transparan.

Orator berikutnya, meminta kapolda untuk bersedia menerima kedatangan ATB karena mereka hanya berdiri diluar gerbang polda yang tertutup. “Kalau seorang Randy, penjahat itu diterima dengan hormat didalam gedung yang bermartabat ini, maka kami pejuang kemanusiaan, kami pejuang keadilan, kami orang – orang yang masih punya prikemanusian, kami minta diterima dengan terhormat,” ucapnya berapi – api.

Ia kembali menekankan agar kapolda bersedia menerima mereka jangan hanya Randy si penjahat saja. “Kami sekali lagi ada disini, bukan dalam konteks melawan polda tapi mendukung polda untuk memproses kasus ini sampai terang benderang, secara transparan dan profesional,” teriaknya.

Terakhir, ia mengatakan bahwa semua demi kemanusiaan dan keadilan. “Ingat baik – baik, setiap tanggungjawab yang diberikan negara datangnya dari Tuhan, bapak – bapak akan mempertanggungjawabkannya kepada Tuhan. Siapapun bisa lolos dari hukum dunia, tapi takan pernah lolos daripada Tuhan,” tandasnya.

laporan : yandry imelson

Baca Juga :   Kupang Tetap Terapkan PPKM
Baca Juga :   Selamatkan Generasi Muda dari Narkotika

Komentar