oleh

Serukan Komitmen Global Jaga Ekosistem

JAKARTA – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Yohanis Fransiskus Lema, memimpin delegasi parlemen Republik Indonesia dalam Sidang virtual Asean Inter-Parliamentary Assembly (AIPA). Politisi muda yang akrab dipanggil Ansy Lema tersebut menghadiri Sidang AIPA bertajuk Preventing Pandemics Through One Health Approach secara virtual dari gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (7/7/21).

“Kehadiran saya memimpin delegasi DPR RI di sidang AIPA adalah bagian dari menjalankan kepercayaan sebagai anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, suatu alat kelengkapan dewan yang dibentuk untuk menjadi ujung tombak diplomasi parlemen RI di fora internasional,” ujar Ansy Lema seusai memimpin delegasi.

AIPA adalah organisasi resmi antar-parlemen negara ASEAN untuk menjalin kerja sama dan mencari solusi atas permasalahan aktual negara-negara Asia Tenggara. Dalam sidang tersebut, para anggota parlemen yang terhimpun dalam AIPA bertemu untuk mencari akar persoalan yang memunculkan
Pandemi Covid-19.

Dalam sidang tersebut, Ansy menegaskan bahwa ketidakseimbangan alam sangat berpengaruh besar terhadap munculnya virus Covid-19. Perdagangan ilegal satwa liar dan perusakan habitat satwa liar mengganggu keseimbangan ekosistem.

Baca Juga :   Haluan Baru PROJO Menuju Pilpres 2024

Sekitar satu juta satwa liar punah dalam satu dekade ini karena perburuan dan perdagangan ilegal. Hal ini menyebabkan satwa liar merasa terancam sehingga keluar dari habitatnya, mendatangi hunian manusia dan membawa zoonosis, yakni penyakit yang ditularkan dari hewan atau serangga ke manusia.

Pandemi Covid-19 adalah salah satu contoh nyata. “Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa dalam kurun waktu 60 tahun terakhir, zoonosis dan penyakit yang diklasifikasikan sebagai Pandemi mulai dari HIV, SARS, ZIKA, EBOLA, dan COVID-19 semuanya berawal dari perusakan ekosistem. Deforestasi yang mengakibatkan perusakkan keanekaragaman hayati menyebarkan zoonosis. Terusir dari habitat mereka, satwa liar mendekati pemukiman manusia, dan menyebarkan virus,” jelas Ansy.

Baca Juga :   Jokowi Minta PROJO Gali Kehendak Rakyat Jelang Pilpres

Menurut Ansy, Pandemi Covid-19 harus menjadi momentum kesadaran ekologis global untuk melakukan aksi nyata dan serius menjaga keanekaragaman hayati. Karena terdapat kaitan erat antara kesehatan, konservasi, dan pelestarian keanekaraman hayati. Dunia harus melawan perburuan, perusakan habitat dan perdagangan ilegal habitat satwa liar. Spesies satwa liar harus dijaga, habitatnya juga harus dilestarikan.

“Masa depan umat manusia termasuk kesehatan ada pada keanekaragaman hayatinya. Dalam konteks itu, konservasi alam dan ekosistem menjadi sangat penting. Kualitas hidup manusia ditentukan oleh cara manusia memperlakukan alam dan isinya. Kita jaga alam, alam menjaga kita,” kata Ansy.

laporan : yandry imelson

Baca Juga :   Survei SMRC: Posisi PDIP Kokoh Teratas
Baca Juga :   Pandemi Masih Mengancam, Jangan Mudik Dulu

Komentar