MAUMERE – Kabar gembira datang dari perairan Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Tim SAR Gabungan mengumumkan seluruh penyelam yang terseret arus kuat di kawasan Pulau Panga Batang telah berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Informasi Basarnas Maumere, kejadian bermula Minggu (4/10) sekitar pukul 10.00 wita, ketika enam orang penyelam terdiri dari dua pemandu selam lokal dan empat wisatawan asing melakukan penyelaman di perairan Pulau Panga Batang, berjarak sekitar 16,6 mil laut dari Pelabuhan Wuring, Maumere. Arus laut yang kuat tiba-tiba memisahkan rombongan menjadi dua kelompok.
Kelompok pertama, berisi satu pemandu selam warga negara Indonesia dan satu wisatawan asal Belanda, berhasil naik ke permukaan dengan selamat. Sementara kelompok kedua satu pemandu selam serta dua wisatawan asal Irlandia dan satu wisatawan asal Austria tidak kunjung muncul dan diduga terseret arus.
Laporan masuk ke Kantor SAR Maumere pukul 14.10 Wita pada hari yang sama dari Riana, pemandu wisata yang mendampingi rombongan. Tak lama kemudian, pukul 16.30 Wita, satu orang wisatawan asal Austria, Patricia Retter (42), berhasil ditemukan nelayan di perairan antara Pulau Babi dan Nangahale dalam kondisi selamat.
Pencarian berlanjut hingga hari kedua, Senin (5/10). Tim mengerahkan KN SAR Puntadewa 250, Speed Polair KP Sukur, Sea Rider, serta kapal karet Kantor SAR Maumere. Pukul 09.00 Wita, dua wisatawan asal Irlandia Dervla Mulligan (28) dan Darragh McKierna (27) ditemukan selamat pada jarak sekitar 3,17 mil laut dari lokasi kejadian.
Hanya lima menit berselang, pukul 09.05 Wita, pemandu selam asal Indonesia, Frederik Horimpun (39) juga berhasil ditemukan dalam keadaan sehat di posisi sekitar 4,21 mil laut dari tempat kejadian. Dengan ditemukannya keempat orang tersebut, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh korban kini dalam kondisi selamat dan tidak mengalami cedera serius.
“Keberhasilan ini tak lepas dari sinergi seluruh unsur mulai dari Basarnas, nelayan, TNI, Polri termasuk Lanal Maumere, Ditpolair Polda NTT, dan Satpolair Polres Sikka,” ungkap juru bicara operasi SAR Fathur Rahman di atas KN SAR Puntadewa.
laporan : yandry imelson
