oleh

Bakteri Fotosintetik, Inti Kekuatan EM (part-1)

HINGGA kini, sudah banyak menyinggung peranan sacharomyses, lacktobasillus dan Ragi, yang ada dalam formula effective microorganisme (EM). Hanya saja, masih sedikit orang yang menyinggung peranan bakteri fotosintetik.

Padahal bekteri ini selalu diagung-agungkan oleh penemunya, Prof Dr Teruo Higa. Di banyak tulisan Prof Higa, selalu menyinggung tentang inti kekuatan EM ada pada bakteri fotosintetik.

Bakteri fotosintetik itu digolongkan dalam bakteri yang abadi. Kalimat inti kekuatan dan bakteri abadi, yang masih perlu didalami sehingga teknologi EM ke depannya menjadikan seseorang lebih yakin akan kehebatan bakteri tersebut.

Pada tulisan yang lalu, telah disampaikan beberapa pernyataan. Menurut saya, hal itulah yang menjembatani antara yang kelihatan dengan yang tidak nyata, antara fisik dan non fisik.

Perkembangan sciense dan teknologilah yang akan memperjelasnya, yang akhirnya saya berharap akan menjadi regulasi bangsa ini. Tunggu saja dengan sabar, kapan masa depan itu akan lahir kembali (our future reborn) di negara ini.

Pada tulisan sebelumnya, saya menulis bahwa energi hidup itu terbentuk dari ketuhanan bumi dan ketuhanan matahari. Itu berarti energi hidup itu terbentuk karena proses alami.

Pernyataan kedua yang sama-sama dimaklumi ialah tanpa sinar matahari, mustahil butir-butir hijau daun dapat membuat karbohidrat. Karbohidrat adalah bahan primer bagi semua kehidupan. Kalimat ini juga memperkuat pernyataan yang pertama. Alangkah pentingnya buatan alam tersebut.

Ketiga makanan yang dianjurkan adalah makanan matahari. Itu berarti, dalam sel-sel tanaman terletak energi tersembunyi berupa energi elektro magnetik yang mengadung unsur penyembuhan.

Kata-kata fotosintesa dan energi elektro magnetic dalam sel-sel tanaman yang diakibatkan oleh adanya proses fotosintesa di satu pihak dengan bakteri fotosintesa di pihak lain adalah dua hal yang berhubungan, merupakan hal sebab akibat.

Baca Juga :   Gunakan Mikroba Beneficial Sebagai Sahabat Manusia

Karena itu peranan bakteri fotosintesa tidak sempit tetapi mengglobal yang berada di luar jangkauan fikiran manusia. Dapat juga dikatakan, energi elektro magnenetik itu ditimbulkan oleh bakteri fotosintetik.

Yang disebut sebagai bakteri abadi dalam EM, sejak berabad-abad lamanya sudah dikenal. Antara lain keramik zaman Dinasti Ming yang dikenal sebagai keramik pecah seribu. Keramik itu bisa dalam bentuk piring, cangkir, cerek, gentong dan lain-lain. Alat-alat ini menjadi incaran para pengepul barang kuno (antic) karena ditengarai memiliki energi gaib.

Alat- alat itu dikenal bertuah karena makanan yang ditaruh di dalamnya tidak cepat basi, bahkan isinya ditengarai berupa obat yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit. (bersambung)

Komentar