Pujilah Tuhan, Duka Cita Akan Pergi

Regional2081 Dilihat

DENPASAR –  ‘’Kini ku melihat dan ku merasakan indah rencanaMu’’ itu adalah penggalan bait  lagu yang dinyanyikan keluarga besar Wadu, melepas kepergian Nona Sabu itu ke liang lahat. Berjejer di sisi kiri dan kanan memegang  peti jenazah sembari melantunkan kidung  pujian di tengah kedukaan mereka, Kamis (21/1/21).

Suasana ibadah pelepasan berlangsung khusuk, puluhan orang hadir memenuhi tiga tenda berukuran 3 x 3 meter. Dengan busana serba hitam atau putih mereka mengikuti acara itu hingga selesai.

Ada tangis sesunggukan, saat peti jenazah mau diantar menuju pekuburan. Keluarga masih bersedih  dengan peristiwa itu. 

Pendeta Ivvone Makatita, STh, ketua majelis jemaat GPIB Maranatha,  yang memimpin  ibadah pelepasan  menyerukan agar semua kedukaan diserahkan  kepada Tuhan. Seperti yang tertulis dalam kitab mazmur,  serahkan lah semua kekuatiran kepadaNYA. 

‘’Mengapa engkau tertekan dan gelisah, serahkan kepada Allah. Secara manusiawi pasti tertekan, dalam hidup ada  muncul tantangan kehidupan, air mata dukapun tak luput,’’ katanya.

Kepada keluarga  Ivvone berpesan,  sebesar apapun masalah janganlah berputus asa atau hilang arah,  yakin bahwa setiap masalah dalam kehidupan pasti ada jalan keluargnya.

Baca Juga :   DPO Kasus Pengeroyokan, Tewas Tertembak Polisi

Mazmur telah menyampaikan pujian  saat orang mengalami pergumulan, tertekan,  gelisah  dan kuatir. ‘’Pentingnya berharap pada Tuhan, satu-satunya harapan hidup. Mengharap pada pertolonganNYA.  Tuhan akan menolong keluarga Wadu yang berduka-cita. Kesedihan akan pergi,’’ tambah Ivvone saat berkhotbah.

Ketika  memberikan ucapan cuka cita  ketua Kolorai Hawu, Felix Diaz mengatakan, ‘’Kami tak bisa berbuat banyak, hidup ini rencana Tuhan. Tuhan sudah berbuat yang terbaik buat keluarga Zet Wadu dengan  memanggil pulang anak perempuan satu satunya.’’

Ketua perkumpulan orang Sabu di Bali ini menambahkan, ‘’Kami yakin dan percaya Tuhan akan memberikan penguatan bagi keluarga yang ditinggal.  Selamat jalan ke rumah bapa di surga,’’ (Shitri)

Komentar