Inisiatif Bersama Warga, Gang ‘Lamau’ Dibuka untuk Akses Wilayah Terisolir

Gotong Royong Buka Jalan, Warga Taklale Beri Nama Gang Lamau Sebagai Simbol Persatuan

OELAMASI – Masyarakat di Taklale, Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, menunjukkan semangat kebersamaan dengan membuka akses jalan baru secara swadaya. Gang jalan yang diberi nama Gang Lamau ini menjadi solusi bagi tujuh kepala keluarga yang sebelumnya hidup terisolir dan sulit dijangkau.

Nama “LAMAU” dipilih sebagai bentuk penghormatan dan kesepakatan bersama. Kata tersebut merupakan singkatan dari tiga nama marga yang berperan besar dalam mewujudkan jalan ini: Lay, Maakh, dan Ullu.

Prakarsa ini muncul dari kesepakatan tokoh masyarakat dan warga setempat, diprakarsai oleh Hengki Lay, didukung penuh oleh Ketua RT 32 Deny Maraden Ullu, Ketua RW 008 Deky M. Ullu Maakh, serta tokoh masyarakat lainnya seperti Jemy Mada dan Ketua Pemuda Luis Maakh.

Hengki Lay menjelaskan, pembukaan jalan ini didasari kepedulian agar warga yang selama ini terpisah aksesnya dapat terhubung dengan lingkungan sekitar.
“Sebagai warga yang baik, saya bersama keluarga Maakh dan keluarga Ullu bersepakat membuka akses ini untuk tujuh kepala keluarga yang terisolir. Mereka adalah Bapak Mea Maakh, Lens Maakh, Donal Maakh, Fen Maakh, Frengky Maakh, Paul Seo, dan Dekris Seo,” jelasnya saat ditemui di lokasi pada Kamis (25/6/2026).

Ia menambahkan, keberhasilan ini tidak ingin dijadikan kebanggaan pribadi, melainkan sebagai bukti kerja sama. “Nama LAMAU dipilih agar selalu mengingatkan bahwa keberhasilan ini milik bersama, bukan milik perorangan. Semoga jalan ini membawa manfaat selamanya bagi kepentingan warga,” pungkas Hengki Lay.

Dengan terbukanya Gang Lamau, akses transportasi, kebutuhan sehari-hari, hingga layanan sosial bagi warga yang terdampak kini menjadi lebih mudah dan lancar.

laporan : yandry imelson

Komentar