KUPANG — Kasus akun TikTok Lika-Liku NTT makin memanas hingga merembet lapisan yang lebih luas. Advokat Yupiter Selan, menegaskan bahwa pengungkapan tidak boleh sebatas Gama, menurutnya ada pihak-pihak di balik layar yang harus dibongkar.
Fransisco Bernando Bessi SH, MH kepada kupangterkini.com pada pembuka menyampaikan pujian kepada Kapolda NTT, Wakapolda NTT, serta Dirreskrimsus Kombes Pol. FX. Irwan Arianto beserta seluruh tim penyidik yang mengungkap perkara ini. Namun, Fransisco menduga Gama bukan otak utama, melainkan sekadar alat yang diperintah.

“Menurut kami, Gama JF Ferroh ini hanyalah pion kecil. Yang lebih penting adalah siapa yang order ke Gama, siapa yang membayar Gama untuk memposting atau memberitakan sesuatu,” ujarnya Rabu (26/8/2026).
Untuk itu, Sisco meminta penyidik menelusuri aliran dana sebagai kunci utama. Transaksi perbankan, rekam jejak percakapan digital, serta kesesuaian antara waktu transfer dengan konten yang dimuat atau diturunkan dari akun — semuanya harus dirunut. Bahkan rekening perantara yang menampung uang sebelum sampai ke Gama juga harus dibongkar siapa pemiliknya.
“Kalau memang ada uang yang ditransfer dan ditampung di rekening tertentu, harus diungkap siapa orangnya. Kenapa uang itu ditaruh di rekening dia dan kenapa tidak langsung ke Gama,” tegasnya.
Kejanggalan lain juga mencuat yakni bagaimana akun Lika Liku NTT masih aktif memposting padahal perangkat yang diduga digunakan sudah disita penyidik. Sisco meyakini ini bukti nyata bahwa ada pihak lain yang masih memegang kendali atas password dan email akun tersebut dengan kata lain jaringan lebih luas dari yang terlihat.
“Bagaimana bisa handphone yang sudah disita, dia masih bisa posting? Berarti password, email terkait dengan akun TikTok Lika Liku NTT dan sejenisnya masih dipegang oleh pihak-pihak lain. Saya meyakini tersangka itu bukan hanya Gama, tetapi juga teman-teman admin dia yang lain,” tandasnya.
Ia juga menyinggung terkait pemanggilan sejumlah pihak termasuk kalangan pejabat, politisi, dan anggota DPRD juga dinilai wajar asalkan berkaitan langsung dengan fakta hukum. “Siapa yang memesan, siapa yang membayar, siapa yang mengarahkan konten, semuanya harus diungkap tanpa pandang bulu,” tutup Sisco.
Di sisi lain, tim pembela Gama Ferroh memberikan tanggapan yang tak kalah tegas, Benny Taopan, SH, MH menyatakan pihaknya juga mengapresiasi profesionalitas Ditreskrimsus Polda NTT dalam melakukan penahanan, penetapan tersangka, hingga penggeledahan. Namun, ia menegaskan, keyakinan penyidik belum tentu sama dengan kebenaran yang akan terungkap di persidangan.
“Tetapi apakah dia pelakunya, itu nanti kita akan buktikan. Pada intinya kami sudah siap dengan segala pembelaan terhadap klien kami,” ucap Benny saat dimintai komentarnya.
Lebih jauh, Benny mengungkapkan hingga saat ini Gama belum pernah mengakui dirinya sebagai admin akun Lika-Liku NTT. Seluruh kesimpulan yang dibangun selama ini, menurutnya, belum berupa fakta yang terbukti di pengadilan. “Itu (penahanan) semuanya versi penyidik, kita punya versi sendiri,” tandas Benny.
laporan : yandry imelson
