KUPANG – Tujuh tahun, kondisi akses jalan menuju tempat penjualan ikan (TPI) Oeba, Kota Kupang rusak parah, berlubang serta berdebu. Berbagai upaya penyampaian aspirasi telah dilakukan, namun perbaikan hingga saat ini belum terlaksana.
Dalam penyampaiannya, Mokrianus Lay yang adalah anggota DPRD Kota Kupang, Partai Hanura sekaligus perwakilan para pedagang mengaku sudah menyampaikan persoalan ini kepada pihak pemerintah dalam hal inis Kadis PUPR. Namun hasilnya, pihak terkait tetap tidak bergeming kendati sudah sering dikeluhkan banyak warga.
“Sudah sering kami sampaikan langsung ke dinas terkait, lengkap dengan tanda tangan warga dan segala kelengkapannya. Sudah tujuh tahun saya berjuang untuk jalan ini, tapi sampai hari ini belum ada perbaikan. Pemerintah sebetulnya punya anggaran, tinggal bagaimana menjadikan ini prioritas. Kami berharap Bapak Wali Kota dapat memberikan perhatian khusus,” ujar Mokris kepada kupang terkini.com Senin (13/7).
Selain itu, Mokris juga menyoroti janji yang pernah disampaikan Kadis PUPR sebelumnya. Dijelaskan bahwa sempat ada rencana pengerjaan menggunakan aspal hotmix tahun ini, namun saat disampaikan di Komisi ternyata tidak tersedia anggaran. Hal ini membuatnya merasa sangat kecewa.
“Tahun lalu sempat ada usulan pengerjaan dan saya pernah diberitahukan oleh Kadis bahwa akan dilanjutkan dengan hotmix. Tapi kemarin saat disampaikan kembali, ternyata tidak ada anggaran. Padahal seharusnya ada peningkatan jalan ini, bukan sekadar laporan yang berulang-ulang tanpa hasil,” tambahnya.
Lanjutnya, jika dalam waktu dekat tidak ada perbaikan, warga berencana untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Wali Kota Kupang. Diketahui sebelumnya sempat ada bantuan pengecoran sebagian jalan, namun tidak berlanjut setelah pergantian pejabat.
Secara rinci, panjang jalan akses utama yang rusak sekitar 90 meter, sedangkan jika dikerjakan jalan Alor secara menyeluruh hingga persimpangan Cabang Yamaha sekitar 800 meter. Karena menurutnya akses jalan yang rusak ini sangat vital dalam perputaran ekonomi di tempat tersebut.
“Ribuan warga Kota Kupang bekerja dan beraktivitas di sini. Jika jalan baik, kualitas aktivitas masyarakat juga meningkat, otomatis perputaran uang dan ekonomi masyarakat juga akan lebih baik. Inilah yang kami harapkan agar kesejahteraan masyarakat dapat tercapai,” pungkasnya.
laporan : yandry imelson
