oleh

Benci Ras

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Berjudul Batu Ganjar

Liam
Dulu waktu makan duren, kami sangat hati-hati membuang kulit nya, agar tak kelihatan tetangga, meskipun kadang ada di bagi sebiji dua biji, tapi tetap tidak enak jika keliatan tumpukan kulit duren ,didepan rumah. Beli duren tak di bungkus, setelah di makan, malah kulit duren nya yang kami bungkus ,supaya tak keliatan.
Perihal di Wadas bisa jadi, sama dengan makan duren, beda nya makannya di kebun , orang sekitaran kebun gak dapat icip dagingnya , cuma bisa melihat kulit duren berserakan nantinya. Yah antipati dapetnya.

gito abipraya
Bah, tlg besok nulis tentang minyak goreng dan gula pasir. Minyak goreng hilang dari toko semenjak pemerintah mengumumkan penetapan harga minyak goreng 14.000/liter. Seolah2 pengusaha minyak goreng “ngece” pemerintah. Buktinya pemerintah hingga hari ini takberdaya menyediakan minyak goreng. Atau memang pemerintah tdk mau tanggungjawab? Gula juga ikut2an naik. Gula yang manis itu sekarang terasa
pahit didompet ibu2.

Disway 17087206

Mungkin Pak Ganjar pernah mendengar pepatah China, satu kali datang melihat sendiri itu lebih baik dari pada seribu kali mendengar dari orang lain, buat Pak Ganjar tetap semangatttttt! cia youuuuuuu!!

Er Gham

Semoga pihak pihak terkait hanya doyan rendang, nasi goreng, martabak, es campur, baso, pempek, mie rebus,nasi rawon, pecel lele, soto ayam. Ngeri jika ada yang doyan makan ‘batu’ juga.

Leong Putu

Intermmezoh. ———– Dompet saya pernah hilang. Lebih tepatnya dicopet. Dompet lusuh. Gak banyak isinya. Hanya STNK dan Sim. Pun hanya STNK Honda Supra X”96. Tapi, dompet itu sangat spesial. Itu hadiah dari si dia. Sekarang Dompet itu hilang, dirampas. Hilanglah sisa kenangan indah bersamanya.
Hancurnya hati. Remuknya jiwa. Merana. Gundah gulana. Bisa jadi perasaan seperti itu yang terbayang di sebagian warga yang menolak. Mereka merasa gak berdaya. Hanya bisa MARAH. Waktu itu, saya gak berani menunjukkan kesedihan berlebihan. Maklum itu dompet hadiah dari mantan. Mantan terindah.

Baca Juga :   Batu Ganjar

Ribut Wahyudi Sukiran

Ending tulisan pak DI l, yang ditunggu. Ketika komisi 3 berkunjung ke Wadas, pertanyaan : siapakah kontraktor pengadaan batu andesit ? Konon semua pejabat setempat hanya tolah-toleh.. bayang kan 1 trilyun, rek ? Who are you ?

thamrin dahlan

batu ganjar tersandung atau tersanjung ini peristiwa kemanusiaan wadas contoh demokrasi buruk korban diterpa kekuasaan menggunakan kekerasan membela pengusaha waong cilik tersandera siapa tampil membela (ujung ujungnya 1 T) siapa dapat proyek itu pertanyaan utama untung ada disway untung ada NU kaffah meluruskan berita (menunggu istana bicara)

Aryo Mbediun

Dah clear sumber masalahnya. Ada potensi 9jt kubik batu. Semua berawal dari angka. Bila menggunakan standard Julian, @10rb, maka per kubik UP, potensi cuan ada 90M. Guuede bro, cukup u bancakan 4 menteri sak lurah2 sisan. Bila menggunakan standard preman sawit, ada potensi 2.250.000 x truk mengangkut batu. Asumsi per trul bawa 4 kubik. Per truk dipreman 2rb aja ketemu 4,5M broo. Duit semua itu.
Solusi’nya ya permen2 manis dan lembut itu kudu dibagi-bagi dan ALL will be clear and clean. Yang permen 10rb u para priyayi dan 2rb u para jelata. Wes semua happy. Ngunu kok repot. Lha yang permen 50rb ya you know’lah off the record. Terima kasih Julian, jariyahmu mengalir terus. Vivat p Ganjar.

Wawan Wibowo

Dalam ilmu jawa maka strategi yang dipakai oleh pak ganjar kali ini disebut “wani ngalah luhur wekasane”. Sepanas apapun situasinya kalau ada 1 pihak yang mau ” ngasor” maka seketika situasi akan cair.
Cuma Ganjar hanya menyebut sebagian warga memang ada yang menolak, “Yang menolak itu akan kita ajak bicara”, katanya. Nah di tulisan ini sudah mulai dibuka sedikit2 bahwa sebagian (besar) warga memang sudah menyetujui. Abah tidak menuliskan bahwa pengukuran tanah hanya dilakukan di tanah yang sudah disetujui untuk dijual. Kenapa jadi ribut? Karena yang menolak merasa akan dapat pengaruh buruk ke tanahnya jika tanah tetangganya ditambang. Nah itu sebabnya warga yang menolak menghalang2i pengukuran tanah di tanahnya warga yang menyetujui. Tolonglah bah jangan berpihak hanya pada warga yang menolak, tapi pada warga yang menyetujui juga, jangan dibuat seakan2 semua warga menolak dan pengukuran tanah seakan2 sebagai perampasa tanah warga, padahal yang diukur hanya tanah warga yang
sudah menyetujui saja.

Baca Juga :   Yafira 1.5

GEARY G
Ingat Anekdot jaman pak Harto, Penguasa itu seperti berada di Punggung Harimau, dia harus tetap berada dipunggung Harimau dan mengendalikannya, Kalau dia lepas kendali, Harimau itu akan memangsanya .

gito abipraya

tidak perlu relokasi. karena desa wadas pada prinsipnya “tdk terpakai”. Desa wadas, terutama area perkampunganya juga tdk terdampak secara langsung. cuma memang lahan tambang ada diwilayah desa wadas. Tapi apapun alasanya, kita harus dan wajib menghormati warga setempat. Mereka harus diajak bicara. Apa saja yang jadi keluhan harus dan wajib didengar. Dan wajib ikut menikmati “kesejahteraan” adanya tambang batu itu.
anda hanya paham teori. tdk paham praktik. Kita harus realistis. banyak pihak terlibat disitu. Baiknya bagi2 rejeki saja. Ada warga yang punya lahan Ada kepala desa yang punya wilayah ada birokrasi yang tandatangan ijinya Dan ada pengusaha yang punya modal jika ini bisa jalan bareng, maka proyek akan beres jangan kuatir, dengan adanya undang2 baru tentang minerba, pak ganjar sebagai gubernur tdk akan bisa lagi memperpanjang ijin tambang. Karena sekarang semua jadi wewenang pusat

rere harendra
Kalo boleh usul..kalo boleh yaa..coba sekali kali kasih kepercayaan buat warga setempat buat ngelola batunya kasih kepercayaan kepada pemdes pemudanya para perempuannya biar kesejahteraan berlanjut lumayan 1T ..ini usul lho yaaa

Sin

OK..sudah on the track, posisi menentukan prestasi,wkwk..jadi setelah kemaren foreplay kini mulai penetrasi, pelan-pelan saja, biarkan area sensitif merasakan kenikmatan, berikan sentuhan kelembutan di titik titik
krusial..jangan dipaksa penetrasi terlalu dalam..pasti perih, apalagi dirudapaksa rombongan, bisa2 malah meronta-ronta, tanyakan posisi paling nyaman yang diminta, jika perlu bumbui sedikit rayuan..dijamin yang awalnya menolak, langsung klepek klepek, lego lilo legowo pasrah bongkokan, bahkan nagih..kalau sudah begitu tinggal eksekusi..bludhas bludhus>>> pokok e jangan percaya hoax dari buzzer atau provokator,
kadang sudut pandang bisa mengacaukan.. 6 dan 9 itu sama saja tinggal darimana memandangnya..apalagi klo 69 pasti joss..yin dan yang..menuju keseimbangan..wkwkwk, ojo serius nemen-nemen # Sin Ting

Baca Juga :   Dua Mata

Johan
Diperlukan tokoh seperti Kiai Imam ini untuk menilai masalah Wadas secara jernih, tidak memiliki ambisi dan agenda tersembunyi, praktis sudah selesai dengan nafsu duniawi yang banyak godaan, tidak ada beban jabatan lagi karena sudah tidak menjadi pengurus di NU, juga tidak berafiliasi ke parpol manapun. Dan terutama, umur pun sudah 59 tahun, dana JHT tentu sudah cair full. Ah ngawur, memang Kiai Imam buruh
kayak gue.

yea a-ina

Proyek bendungan bener dan bukit batu desa Wadas berjarak 8-10 km. Ijin yang dikeluarkan DIJADIKAN SATU. Sudah begitu masih diperpanjang berulang-ulang juga. Usul saja, pak gan perlu mengagendakan bersepeda dari Wadas ke Bener, biar lebih bener keluarkan ijin tambang batunya

Thamrin Dahlan
Mukidi meninjau Desa Wadas. Dia berang bersebab dikategorikan sebagai wong cilik . Mukidi lebih suka di panggil orang kecil. Alasan logis Mukidi bisa diterima akal sehat. Wong Cilik = WC sedangkan Orang Kecil = OK . Mukidi kesiangan karena bermimpi tadi malam di ajak Abah ke Waduk Bener # Kabooorrr….

Komentar