Akpol untuk Flores, Dua Ton Beras dan Logistik Dikirim untuk Korban Gempa

LABUAN BAJO — Di tengah masa pemulihan pascagempa bumi Flores, bantuan terus berdatangan untuk memastikan masyarakat terdampak tetap memiliki bahan pangan dan kebutuhan dasar. Tidak tinggal diam, Akademi Kepolisian (Akpol) Lemdiklat Polri hadir langsung di tengah warga terdampak di Kabupaten Manggarai Barat dengan berbagai bantuan.

Informasi yang diterima kupangterkini.com Sabtu (29/8/26) menyatakan bahwa, tim Akpol tidak sekedar mengirim bantuan tetapi juga menempuh perjalanan menuju sejumlah wilayah terdampak untuk memastikan bantuan benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan. Sebanyak 2 ton beras SPHP bersama ratusan paket kebutuhan pokok disalurkan untuk warga terdampak gempa di wilayah hukum Polres Manggarai Barat.

Bantuan tersebut dipimpin Wakil Komandan Resimen Taruna Siswa (Wadan Mentarsis) Ditbintarlat Akpol Lemdiklat Polri, AKBP I Nyoman Putra Sandita didampingi Dosen Akpol Ipda RD. Oktavianus Pelagian Ranta serta Kapolsek Lembor Ipda Vinsensius Hardi Bagus.

Bagi warga yang masih bertahan di tengah keterbatasan pascabencana, kedatangan bantuan menjadi lebih dari sekadar paket sembako. Ada rasa lega ketika bahan pangan yang dibutuhkan untuk beberapa hari ke depan akhirnya tersedia.

Rangkaian distribusi dimulai sekitar pukul 12.00 Wita dari Posko Utama Operasi Aman Nusa II Polres Manggarai Barat di Labuan Bajo. Dari sana, rombongan bergerak menuju Mako Polsek Lembor sebelum melanjutkan perjalanan ke sejumlah titik terdampak.

Di Kampung Ledang, Desa Pong Majok, bantuan diserahkan di halaman SDN Ledang. Selain bahan pangan, tim juga membawa buku dan alat tulis bagi anak-anak sekolah yang tetap membutuhkan dukungan untuk melanjutkan aktivitas belajar setelah bencana.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Kampung Beci, Desa Wae Mowol. Di lokasi ini, bantuan disalurkan melalui Posko Dapur Umum untuk mendukung kebutuhan makanan para pengungsi, termasuk anak-anak dan balita.

Total bantuan yang dibawa tidak sedikit. Selain dua ton beras yang dikemas dalam 400 karung, terdapat 150 karton mi instan, 60 dos air mineral, 40 dos biskuit dan makanan ringan, serta berbagai kebutuhan lain seperti perlengkapan sanitasi, pembalut wanita, sabun dan kebutuhan balita. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk meringankan beban masyarakat yang masih menjalani masa pemulihan.

AKBP I Nyoman Putra Sandita mengatakan, aksi sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian Akpol terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana.

“Bakti sosial ini adalah bentuk kepedulian serta kepekaan sosial Akademi Kepolisian terhadap saudara-saudara kita di Manggarai Barat yang terdampak gempa bumi.”

Menurutnya, kehadiran Akpol di wilayah terdampak juga tidak terlepas dari perhatian Gubernur Akpol Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga yang sebelumnya pernah mengemban tugas sebagai Kapolda NTT.

Ikatan emosional tersebut menjadi salah satu dorongan untuk memastikan masyarakat Flores yang terdampak bencana mendapatkan perhatian dan bantuan.

“Kami hadir untuk memastikan kebutuhan dasar warga, terutama bahan pangan dan kebutuhan anak-anak, dapat terpenuhi selama masa pemulihan,” ujarnya.

Di tengah situasi bencana, anak-anak menjadi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus. Karena itu, bantuan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga mendukung keberlanjutan pendidikan mereka.

Buku dan alat tulis yang diserahkan di SDN Ledang menjadi simbol sederhana bahwa bencana tidak boleh menghentikan langkah anak-anak untuk belajar dan menatap masa depan. Sementara di Posko Dapur Umum Kampung Beci, bantuan pangan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para pengungsi.

Kapolsek Lembor Ipda Vinsensius Hardi Bagus menilai sinergi tersebut mempercepat distribusi bantuan hingga ke masyarakat yang membutuhkan.

“Sinergi ini memastikan distribusi bantuan logistik berjalan lancar, tepat sasaran, dan langsung diterima oleh warga yang membutuhkan. Kehadiran tim Baksos Akpol memberikan dorongan moral yang sangat berarti bagi masyarakat kami,” ungkapnya.

Bagi warga, bantuan yang datang langsung ke wilayah mereka memiliki arti tersendiri. Nobertus, salah seorang warga terdampak gempa di Kecamatan Lembor, mengaku bersyukur karena tim Akpol dan jajaran Polsek Lembor datang melihat langsung kondisi masyarakat.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak-Bapak dari Akpol dan Pak Kapolsek yang sudah datang langsung melihat keadaan kami di sini. Bantuan makanan pokok ini sangat berarti bagi keluarga kami untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah musibah gempa ini,” tuturnya.

Kehadiran Akpol Lemdiklat Polri di Manggarai Barat menunjukkan bahwa penanganan bencana bukan hanya tentang memindahkan bantuan dari satu tempat ke tempat lain. Lebih dari itu, ada pesan bahwa masyarakat terdampak tidak berjalan sendirian.

Bantuan pangan menjadi penguat untuk bertahan. Pendampingan menjadi penguat untuk bangkit. Dan kehadiran langsung menjadi pengingat bahwa di tengah situasi sulit, masih ada banyak tangan yang datang membantu.

Aksi kemanusiaan Akpol Lemdiklat Polri dijadwalkan berlanjut pada Sabtu (29/8) dengan pendistribusian bantuan tambahan ke wilayah terdampak di Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat.

Dari satu titik ke titik lainnya, semangat yang dibawa tetap sama. Membantu masyarakat, meringankan beban penyintas, dan bersama-sama menguatkan Flores untuk bangkit.

laporan : yandry imelson